CahayaQasehMu...

"Hidup ini adalah sebuah PERJUANGAN..perjuangan memerlukan pengorbanan.. tiada hidayah tanpa DAKWAH, tiada dakwah tanpa perjuangan..dan tiada perjuangan tanpa pengorbanan"

Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Friday, January 28, 2011

Persahabatan dan Cinta


Mampukah anda membayangkan Persahabatan tanpa Cinta? Persahabatan dan Cinta adalah teman terbaik kerana dimana ada Cinta, Persahabatan selalu berada disampingnya. Dan dimana Persahabatan berada, Cinta selalu tersenyum ceria dan tidak pernah meninggalkan Persahabatan.

Pada suatu hari, Persahabatan mula terfikir bahawa Cinta telah membuat dirinya tidak mendapat perhatian lagi kerana Persahabatan menganggap Cinta lebih menarik daripada dirinya.

"Hmmm...seandainya tidak ada Cinta, mungkin aku akan menjadi lebih terkenal, dan lebih banyak orang memberi perhatian kepadaku." fikir si Persahabatan. Sejak hari itu Persahabatan memusuhi Cinta. Ketika Cinta bermain bersama Persahabatan seperti selalu, Persahabatan akan menjauhi Cinta. Apabila Cinta bertanya kenapa Persahabatan menjauhi dirinya, Persahabatan hanya memalingkan wajahnya dan beredar pergi meninggalkan Cinta.

Kesedihan pun menghampiri Cinta dan Cinta tidak sanggup menahan air matanya dan menangis semahu-mahunya. Kesedihan hanya dapat termangu memandang Cinta yang kehilangan teman baiknya. Beberapa hari tanpa Cinta, Persahabatan mula bergaul rapat dengan Kecewa, Putus Asa, Kemarahan dan Kebencian. Persahabatan mulai kehilangan sifat manisnya dan orang-orang mulai tidak menyukai Persahabatan. Persahabatan mulai dijauhi dan tidak lagi disukai. Walaupun Persahabatan cantik, tetapi sifatnya mula memualkan. Persahabatan menyedari bahawa dirinya tidak lagi disukai lantaran banyak orang yang menjauhinya. Persahabatan mulai menyesali keadaannya, dan saat itulah Kesedihan melihat Persahabatan, dan menyampaikan kepada Cinta bahawa Persahabatan sedang dalam kedukaan.

Dengan segera Cinta berlari dan menghampiri Persahabatan. Saat Persahabatan melihat Cinta menghampiri dirinya, dengan air mata yang berlinang Persahabatan pun meluahkan seribu penyesalannya meninggalkan Cinta. Dipendekkan cerita...Persahabatan dan Cinta kembali menjadi teman baik. Persahabatan kembali kepada peribadi yang menyenangkan dan Cinta pun kembali tersenyum ceria. Semua orang melihat kembali kedua teman baik itu sebagai berkat dan anugerah dalam kehidupan.


Moral:

Mampukah Persahabatan tanpa Cinta? Mampukah Cinta tanpa Persahabatan? Sering kali ditemui banyak orang yang cuba memisahkan Persahabatan dan Cinta kerana mereka berfikir, "Kalau Persahabatan sudah disulami dengan Cinta, pasti akan jadi sulit!" Terutama bagi mereka yang menjalin persahabatan antara lelaki dan wanita. Persahabatan merupakan bentuk hubungan yang indah antara manusia, dimana Cinta hadir untuk memberikan senyumnya dan mewarnai Persahabatan. Tanpa Cinta, Persahabatan mungkin akan diisi dengan Kecewa, Benci, Marah dan berbagai hal yang membuat Persahabatan tidak lagi indah.

Berhentilah membuat batas antara Cinta dan Persahabatan, biarkan mereka tetap menjadi Teman baik. Yang harus diluruskan adalah Cinta bukanlah perosak Persahabatan, Cinta memperindah persahabatan anda. Seringkali Cinta cuma dijadikan kambing hitam sebagai perosak sebuah persahabatan. SALAH BESAR !!! Seharusnya dengan adanya Cinta, persahabatan akan semakin menyenangkan.

Teman-teman yang sedang menjalin Persahabatan...Penuhilah persahabatanmu dengan Cinta, berikanlah Cinta yang terbaik untuk sahabatmu.

Teman-teman yang sedang mengalami goncangan dalam persahabatan, jangan salahkan Cinta! tetapi cubalah perbaiki persahabatanmu dengan cinta kerana cinta akan menutupi segala kesalahan, mengampuni dengan mudah dan membuat segala sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.

Teman-teman yang belum mengerti erti Persahabatan ...cubalah memulai sebuah persahabatan, kerana dengan persahabatan kalian akan semakin dewasa, tidak egois dan belajar untuk mengerti, bahwa segala sesuatu tidak selalu terjadi sesuai dengan keinginan kita.

Teman-teman yang sedang kecewa dengan Persahabatan ... Renungkanlah, "Apakah saya sudah menjalani Persahabatan dengan benar?" Dan cubalah memahami erti persahabatan buat hidupmu.Keinginan, semangat, pengertian, kematangan, kelemahlembutan dan segala hal yang baik akan engkau temui dalam persahabatan...




sumber:sini

Tuesday, January 25, 2011

S.E.P.I

Jom layan lagu ni..terpikat masa tengok cite Ayoub..ala yang samarinda TV3 tu..tapi dah tamat dah sekarang..sape yang tak tengok lagi tu (mcm aku la ketinggalan zaman),boleh tengok di tonton.com..sekian iklan hari ni..hehehe..



Sepi – Sixth Sense

Hapus airmatamu dan jangan bersedih
Aku di sini
Menemanimu melukis hari
Hapus airmatamu dan jangan bersedih
Aku di sini
Menemanimu melukis hari

Mentari pagi
Bawakan embun sejukkan hati
Aku di sini
Menatap engkau menangis sepi


Oh sepi sepiku
Janganlah bersedih hati

Hapus airmatamu dan jangan bersedih
Aku di sini
Menemanimu melukis hari
Hapus airmatamu dan jangan bersedih
Aku di sini
Menemanimu melukis hari

Oh sepi sepiku
Janganlah bersedih hati

Hapus airmatamu dan jangan bersedih
Aku di sini
Menemanimu melukis hari
Hapus airmatamu dan jangan bersedih
Aku di sini
Menemanimu melukis hari




Saturday, January 15, 2011

Tinta Hati..


Please don't forget..
Please don't erase..

Biarlah rindu itu berlalu bersama hembusan angin malam..
Biarkan ia pergi bersama titis2 hujan..
ku doakan dirimu aman di sana..


Jan 15,2011

Monday, December 27, 2010

Tak Bisa Memiliki

TAK BISA MEMILIKI


Apakah yang engkau cari
Tak kau temukan di hatiku
Apakah yang engkau inginkan
Tak dapat lagi ku penuhi
Begitulah aku
Fahamilah aku
Mungkin aku tidaklah sempurna
Tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku
Mungkin aku tak bisa memiliki
Dirimu seumur hidupku
Apakah yang engkau cari
Tak kau temukan di hatiku
Apakah yang engkau inginkan
Tak dapat lagi ku penuhi
Begitulah aku
Fahamilah aku
Mungkin aku tidaklah sempurna
Tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurku
Mungkin aku tak bisa memiliki
Dirimu seumur hidupku
Mungkin aku tidaklah sempurna
Tetapi hatiku memilikimu sepanjang umurmu
Mungkin aku tak bisa memiliki dirimu seumur hidupku
Dirimu seumur hidupku
Dirimu seumur hidupku
Dirimu seumur hidupku….

                                                                                                      Disember 2010

Wednesday, December 15, 2010

Demi CINTA, Aku Tinggalkan Cinta...

Segala puji-pujian bagi Allah Tuhan Seru Sekelian Alam, Pencipta langit dan bumi, Pentadbir sekelian makhluk, Pengutus para Rasul SAW kepada orang-orang yang mukallaf, untuk memberikan hidayah kepada mereka dan menerangkan syari‘at agama, dengan dalil-dalil yang putus (yang yakin) serta bukti-bukti yang jelas. Saya memujiNya atas segala nikmatNya dan saya berdoa kepadaNya tambahan kurniaanNya dan kemurahanNya. Saya bersaksi bahawa tiada Tuhan kecuali Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Maha Perkasa, Maha Pemurah lagi Maha Pengampun.



Sebenarnya sudah lama saya ingin kongsi kisah saya ini dengan sahabat-sahabat sekalian. Tapi, setiap kali laptop saya buka, jari ini jadi kaku untuk menulis. Tapi akhirnya saya nekadkan juga untuk menulis tentang ini. Hati saya bagai ditarik-tarik untuk menulis. Saya sudah tidak berdaya untuk pendam segalanya. Saya bimbang jika makin saya pendam, saya akan makin tersiksa dalam dunia saya sendiri. Doa saya semoga Allah SWT ampuni saya atas segala apa yg saya lakukan ini. Apa yang akan saya coretkan ini adalah sekadar buat tatapan sahabat-sahabat sekalian.

Ia adalah pengalaman saya sendiri. Ia hadir dari lubuk hati saya sendiri. Bukan fantasi atau rekaan semata. Saya tidak bermaksud untuk mengeluh apatah lagi mengingkari apa yang telah Allah SWT  tetapkan kepada saya dan kita semua orang yang beriman denganNya. Kisah ini saya ceritakan supaya apa yang saya lalui tidak berlalu begitu saja tanpa saya kongsi dan tanpa saya rekodkan sebagai panduan bagi diri saya sendiri untuk hari-hari kemudian. Ianya terjadi sewaktu saya berada dalam tahun 2 diploma dan si dia berada dlm tahun akhir diploma. Kebetulan kami belajar di tempat yang sama dan dalam jurusan yang sama di Bangi.


Saya juga adalah seperti kalian semua. Manusia biasa yg punya fitrah untuk dicintai dan mencintai. Kamar hati saya ini sepi dan tidak pernah saya isikan dengan cahaya atau cinta dari mana-mana lelaki. Ianya suram dan sepi. Hinggalah akhirnya saya bertemu dengan seseorang. Pertemuan saya dan dia terjadi sewaktu saya mengikuti aktiviti rehlah kelab. Itu pertemuan pertama. Tidak kenal pun, tapi perkenalan kami bermula hanya melalui sms dan demi Allah, saya ikhlas menghulurkan salam persahabatan padanya hanya kerana Allah SWT. Tapi semua yg terjadi telah ditakdirkan, dan saya tidak menduga akhirnya saya mula jatuh cinta dengan dirinya. Saya sendiri tidak sedar bila perasaan itu mula bercambah.


Demi menjaga maruahnya, cukuplah kalau dia hanya dikenali sebagai “Mukhlis Sadiqy”. Gelaran itu saya sendiri yang berikan padanya kerana pada saya dia merupakan seorang sahabat yang ikhlas. Benarkah? Erm, hanya Allah SWT dan dia saja yang tahu sejauh mana tahap keikhlasannya. Perwatakannya sopan dan dia fasih berkata-kata, lebih-lebih lagi apabila melibatkan soal agama. Jalannya hanya menundukkan wajah. Dia seakan-akan takut untuk bertentang mata dengan wanita. Tindakannya itu wajar kerana dari mata segalanya boleh terjadi. Walaupun antara saya dan dia, kami tidak pernah bersua secara berhadapan, tapi setiap kali bicaranya melalui sms itu menambat hati saya. Saya senang berbicara soal-soal agama dengannya, dan sememang jahanam si syaitan durjana itu kerana dia telah menghembuskan api cinta dalam hati saya untuk dirinya. Iman saya mula goyah, taqwa mula merapuh, nafsu merasuk nurani suci, lalu hati tunduk pada bisikan syaitan nan keji.


Hanya sms. Nampak macam baik kan? Tidak pernah berbicara secara berhadapan tapi hanya sms. Sesetengah orang akan berpendapat bahawa cara saya itu betul, tapi sebenarnya ia silap sama sekali. Dan saya akhirnya menyedari kesilapan itu. Sms itu sebenarnya hanya 1 alasan bagi saya. Ianya mungkin nampak agak baik, walhal tujuannya tetap sama dan ianya tetap salah. Niat baik itu tidak pernah menghalalkan cara. Yg batil tetap batil. Yg haq tetap haq. Allah swt pernah berfirman:
“Dan (juga) kaum Ad dan Tsamud, dan sungguh telah nyata bagi kamu (kehancuran mereka) dari (puing-puing) tempat tinggal mereka. Dan syaitan menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan mereka, lalu ia menghalangi mereka dari jalan (Allah), sedangkan mereka adalah orang-orang yang berpandangan tajam.” (Surah Al-Ankabut,29:38)


Kalau difahami ayat ni, sebenarnya apa yang berlaku pada saya ialah, syaitan telah buat saya  pandang baik pada perkara buruk yang saya lakukan. Memang pada mulanya niat saya baik, tapi  syaitan itu sangat licik. Dia akan sedaya upaya buat saya terjerumus ke dalam kemaksiatan. Matlamat baik saya itu tidak pernah menghalalkan cara saya.
Selama hampir setahun saya leka dengan perasaan ini sendiri, akhirnya saya menyedari kesilapan yang telah saya lakukan ini. Saya terlalu asyik dengan cinta ini sehingga saya terlupa pada Pemilik Cinta yang sebenar. Sungguh, saya rasa terlampau berdosa dengan diri ini dan dengan dirinya sendiri. Saya telah menjadi fitnah bagi dirinya, kerana sedikit sebanyak saya telah melalaikan hatinya. Walaupun antara kami tidak pernah punya apa-apa yang istimewa , tapi saya tahu yang saya telah banyak menyusahkan dan meresahkan hatinya.


Saya panjatkan kesyukuran kerana Allah SWT mengurniakan hidayahNya pada saya dan saya kembali menyedari kesilapan yg saya lakukan. Silap saya kerana punya cinta ini dihati. Tidak seharusnya saya begitu mudah melafazkan cinta dan meluahkan rindu. Saya seharusnya sedar pada siapa harus saya lafazkan cinta itu. Hanya untuk Allah SWT, Pemilik Cinta Teragung dan rasulNya. Terus-terang saya katakan yang saya jadi malu dengan diri saya sendiri, dengan Allah SWT dan dengan dia sekali. Dia telah banyak menyedarkan saya akan hakikat cinta itu yg sebenarnya. Hakikat cinta yang sejati hanyalah Allah SWT.


Kini, untuk kembali mencari keredhaan dariNya saya tinggalkan cinta di hati saya ini untuk Allah SWT. Itu sebenarnya adalah jalan terbaik bagi saya. Saya mengaku, saya sering kali terluka dan saya sebenarnya tidak kuat untuk melakukan itu, tapi saya perlu lawan segala hasutan syaitan durjana ini untuk mencapai keredhaanNya. Saya terpaksa berperang dengan hati dan perasaan saya sendiri. Sewaktu saya mentaddabur Al-Quran, ada satu ayat yg buat saya berfikir sejenak bahawa wajib bagi saya berperang dengan perasaan ini. Saya tidak boleh beri kemenangan pada syaitan dalam peperangan ini.


“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (Surah Al-Baqarah, ayat 216)
Kini, segala apa yang pernah ada kaitan antara saya dan dia telah saya simpan. Gambarnya yang saya simpan secara curi-curi, dairi saya yang penuh dengan catatan berkenaan dirinya, tudung pemberiannya  dan semua sms nya yang saya simpan dalam buku, saya simpan di dalam kotak. Hanya satu saja pemberiannya yang saya pegang dan bawa kemana-mana saja, saya tidak tegar untuk menyimpan pemberiannya yang itu di dalam kotak. Nak tahu apa? TAFSIR AL-QURAN pemberian dari dia. Tafsir Al-Quran yang berwarna coklat itulah yang banyak memuhasabah diri saya. Kerana Al-Quran itulah saya akhirnya sedar akan segala kesilapan saya. Jadi, TIDAK MUNGKIN saya simpan dan ‘tutup’ Al-Quran itu untuk selama-lamanya.


Dia kini sudah tamat diplomanya di Bangi dan alhamdulillah saya sudah tidak bertemu lagi dengannya. Dan dia pun sudah melangkah satu lagi fasa dalam proses mencari ilmunya, dimana dia sudah menyambung ke peringkat  degree di Shah Alam tapi insyaAllah saya yakin dia bahagia sekarang kerana doa saya untuknya sentiasa ada agar dia berada dalam naungan cinta Ilahi. Apa yang terjadi antara saya dan dia kini hanya kenangan. Bukanlah bermaksud saya putuskan ikatan persahabatan yg terjalin antara kami. Tidak..!! Haram untuk seorang muslim memutuskan silaturrahim dan menjauhi sahabatnya. Sampai kiamat pun, dia tetap sahabat saya dunia dan akhirat. Tapi dia pernah menyatakan pada saya bahawa ini yang terbaik dan saya terima dengan senang hati keputusannya itu. Cuma saat ini biarlah hanya Allah SWT di hati saya dan biarlah masa yang tentukan siapa dia pada saya di masa hadapan. Cukuplah setakat disini dulu. Saya sudah “letih” dan “penat” dengan semua yang terjadi ini.


Perasaan saya di hati ini saya tidak akan lawan kerana saya takut jika saya lawan satu hari nanti ia akan pecah. Jadi , adalah lebih baik saya kawal dulu perasaan ini. Satu hadith ada menyatakan..
“Jika seseorang hamba Allah menahan keinginannya dari sesuatu yang haram (kerana Allah) maka Allah akan memberikan sesuatu yang diingininya itu mengikut jalan yang halal”
Saya tahan keinginan di hati ini kerana saya yakin Allah akan kurniakan sesuatu yg halal bagi saya.. Bi idznillah. Semoga satu hari kelak saya akan berjumpa dengan “putera agama” saya. Mohon doakan saya ya..


Wallahu’alam.





Tuesday, December 14, 2010

Jika Aku Jatuh Hati...

Ianya bukanlah sebuah puisi, tetapi sebuah doa yang sesuai untuk kita baca dan dikongsi. Mudah-mudahan doa ini dapat kita amalkan agar kita jatuh hati pada seseorang bukan kerana dirinya tetapi keranaNya..

Bismillahirrahmanirrahim…
Ya Allah…
Jika aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya PadaMu,
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaiMu…
Ya Muhaimin…
Jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMu,
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta nafsu…
Ya Rabbana…
Jika aku jatuh hati,
Jagalah hatiku padanya,
Agar tidak berpaling daripada hatiMu…
Ya Rabbul Izzati…
Jika aku rindu,
Rindukanlah aku pada seseorang,
Yang merindui syahid di jalanMu…
Ya Allah…
Jika aku menikmati cinta kekasihMu,
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya,
Bermunajat di sepertiga malam terakhirMu…
Ya Allah…
Jika aku jatuh hati pada kekasihMu,
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh,
Dalam perjalanan panjang menyeru manusia kepadaMu…
Ya Allah,
Jika Kau halalkan aku merindui kekasihMu,
Jangan biarkan aku melampaui batas,
Sehingga melupakan aku pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepadaMu…
Amin ya rabbal alamin…


Saturday, November 27, 2010

TidaK aDa yG SempuRna...

Suatu hari, Mulla Nasruddin berjalan-jalan dengan seorang teman sambil bersembang. "Besok saya bakal menikah, Mulla," kata temannya dengan nada gembira. "Bukankah perkahwinan itu menyenangkan? Apakah Mulla pernah berfikir untuk menikah?" tanyanya. 

Nasruddin tersenyum dan berkata, "Di masa muda, tiada yang saya fikirkan selain menikah. Pada kenyataannya, begitu inginnya saya mendapatkan isteri sempurna sampai saya keliling dunia untuk mencarinya." Di Damaskus, saya bertemu dengan seorang wanita cantik yang baik dan menyenangkan. Tapi dia tak punya pengetahuan umum tentang dunia.

"Di isfahan, saya bertemu pula dengan perempuan yang baik, cantik dan berpengetahuan luas, tapi dia sosial dan tidak tertarik pada kehidupan yang bertunjangkan keagamaan." Tanya temannya, "Mulla seterusnya pergi ke mana?" Nasruddin kembali tersenyum "Saya lupa ke mana saya, tapi saya bertemu dengan seseorang perempuan yang benar-benar cantik, agamanya baik dan berpengetahuan luas tapi sayangnya, dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik. 

"Akhirnya saya ke Cairo dan di sana sesudah mencari ke sana sini, saya bertemu dengan seorang calon yang pada pandangan saya cukup sempurna. Dia memiliki segala sesuatu yang saya dambakan sebagai seorang isteri selama ini. Dia benar-benar sempurna." "Habis, kenapa Mulla tidak bernikah sahaja dengannya dan masih membujang sehingga kini?" Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, Nasruddin membalas, " Itulah, dia juga mencari suami sempurna."

Sunday, November 21, 2010

Renungan Bersama...

Jika kamu memancing ikan.... Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu.... Janganlah sesekali kamu LEPASKAN ia semula ke dalam air begitu saja.... Karena ia akan SAKIT oleh kerana bisanya ketajaman mata kailmu dan mungkin ia akan MENDERITA selagi ia masih hidup.

 Begitulah juga .........  Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN kepada seseorang... Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya.... Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja.... Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu....  

Jika kamu menadah air biarlah berpada, jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia begitu teguh.... cukuplah sekadar keperluanmu.... Apabila sekali ia retak.... tentu sukar untuk kamu menampalnya semula.... Akhirnya ia dibuang....  Sedangkan jika kamu cuba memperbaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....

 Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, TERIMALAH seadanya.... Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.... Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KESILAPAN bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya.  Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga ke akhirnya....  

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu. Mengenyangkan. Berkhasiat. Mengapa kamu berlengah, cuba mencari makanan yang lain.. Terlalu ingin mengejar kelezatan. Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan menyesal.  

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang pasti membawa KEBAIKAN kepada dirimu. MENYAYANGIMU... MENGASIHIMU... Mengapa kamu berlengah, cuba MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain. Terlalu mengejar kesempurnaan. Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang ain Kamu juga yang akan MENYESAL....


Friday, October 29, 2010

Hakikat Hidup Tak akan Sama dengan Kebetulan yang Tak di sangka..

"Wahai hati yang sedang merindui,apabila kita mencintai seseorang sebenarnya kita telah pun merelakan hati untuk dilukai, apabila kita telah menyayangi seseorang sesungguhnya kita telah pun membenarkan diri untuk dibenci. Apabila kita terlalu  merindui seseorang kita telah pun bersedia untuk dilupakan meskipun amat terseksa tapi itulah hakikat hidup, pengajaran yang perlu dirasai bila kasih tak berbalas. Ada masanya kita tidak perlu lagi menoleh ke belakang andainya sejarah silam hanya melukakan hati namun ada ketikanya kita perlu mengingati biar pun terasa pedih kerana ada seseorang yang bermakna menghiasi pengalaman hidup yang pernah kita lalui..
Ada masanya kita terpaksa lepaskan peluang yang lalu di depan mata, ada waktunya kita terpaksa lepaskan sesuatu yang tak mungkin kita miliki, kerana selalunya hakikat hidup tak akan sama dengan kebetulan yang kadang kala tak disangka..
Kadang kala apa yang kita ingin kan tak akan sama dengan apa yang kita harapkan, adakalanya apa yang kita harapkan, tak akan sama dengan apa yang kita impikan kerana impian hanyalah ilusi, harapan hanyalah kemahuan yang cuba kita gapai, sedangkan segalanya belum tentu untuk dijadikan realiti..
Kasih sayang bukan hanya sekadar ucapan, bukan sekadar memiliki tapi ia adalah sesuatu yang memberi kita nilai untuk terus hidup, memberi kita kekuatan dan makna sesebuah perhubungan..




Layakkah aku??



Wahai pemilik cintaku
Aku ingin mencintai-Mu
Aku ingin menjadi kekasih-Mu
Aku rindu untuk bertemu dengan-Mu
Aku dambakan redha-Mu

Namun.. siapalah aku?
Apakah aku mampu?
Apakah aku layak?
Sesungguhnya aku malu
Aku malu kerana sering meminta
Aku malu kerana sering memohon
Aku malu kerana sering merayu
Sedangkan aku sering melupakan-Mu
Aku sering lalai dan leka melaksanakan perintah-Mu
Aku sering lupa dan alpa melakukan suruhan-Mu
Maka..layakkah aku mendapat cinta-Mu?
Wahai kekasih Allah
Aku rindu untuk berjumpa denganmu
Aku rindu untuk menatap wajahmu
Aku rindu untuk mendengar suaramu
Walaupun aku tidak pernah melihat wajahmu

Aku tahu..
Kami tahu..

Kau sangat mencintai kami.. umatmu
Kau menyayangi kami
Kau merindui kami
Tetapi..layakkah kami menerima cintamu?
Layakkah kami menerima kasih dan rindumu?
Sedangkan kami sering melupakanmu
Kami sering mengabaikan sunnahmu
Kami sering lupa untuk menyebut namamu
Dan kau pula tidak pernah melupakan kami
Sehinggalah ke saat-saat kewafatanmu
Maka..layakkah kami menerima cintamu?
Wahai bakal pendamping hidupku
Aku ingin mencintamu kerana Allah
Aku ingin menyayangimu kerana Allah
Dan aku ingin merinduimu juga kerana Allah
Aku ingin kau seorang pemuda yang soleh
Kerana aku mengharapkan bimbingan dan tunjuk ajarmu
Aku ingin kau seorang yang merindui syahid di jalan-Nya
Kerana aku ingin menjadi bidadarimu di syurga
Aku tidak memerlukan rupa dan hartamu
Cukuplah hanya agama dan akhlakmu yang indah
Dan aku ingin kau mencintaiku kerana kau mencintai-Nya

Aku ingin menjadi pendampingmu berjuang di jalan Allah
Aku ingin menjadi tulang rusuk kiri yang teguh buatmu
Aku ingin menjadi srikandi yang sentiasa berada di sisimu
Namun..adakah aku layak mendapat cinta insan sepertimu?
Sedangkan aku tidak punya apa-apa
Aku hanyalah gadis biasa
Yang sarat dengan khilaf dan dosa
Mahukah kau mencintaiku?